Skenario Allah

Akan ku serahkan semuanya pada Allah
Tentang semua resah, gelisah nan gundah
Tentang rasa yang kalah
Tentang luka yang begitu parah

Aku pasrah
Sabarku telah menyentuh langit dari laut
Aku tak ingin menjadi perahu tanpa penumpang
Aku tak ingin menjadi pesawat tanpa pilot

Jangan kau tanya kenapa
Pada perahu yang hanyut dihempas ombak, pada pesawat yang jatuh tanpa kendali
Itu karena pilotnya hilang tak bertanggungjawab

Jangan tangisi perahumu
Jika tak bisa lagi mengantarkanmu
Sebab, tenggelam lebih tenang dari pada mengambang

Selama ini aku berjuang tanpa terukur
Tawa tangis menemani rasa yang tersuhur
Terabaikan dalam perjuangan, ku rasa adalah hal yang wajar
Dan menghilang dari peredaran kini pilihan hatiku yang lelah mencari tempat bersandar

Aku memang pernah berkata akan memperjuangkanmu sebagai kasih yang ku cinta
Namun, akupun tak menyangka
Hati ini berhenti dari harap yg dangkal
Langkah ini patah di tikam acuh yang tak bisa ku bantah

Aku tak bisa berdiam menikmati luka
Sebab Allah memerintahkan untuk terus mencari obatnya

Mohon kembalikanlah seonggok daging hatiku
Biar aku meramu obat pada luka yang menganga dalam kesendirianku
Jangan menahan rasaku mengalir
Aku ingin labuhkan pada arus lurus ke hilir

Walau aku tak tau ujungnya dimana
Namun aku tau, Allah takan biarkan aku hanyut begitu saja

Seikat hening dari sisa perjuangan ini
adalah sebagai obat untuk proses sembuh
dan aku tak ingin perang pada rasa yang kedua kalinya salah

Aku selalu ingin esok yang lebih baik
Tersentuh hangat mentari di pagi hari
Tersenyum lepas di ufuk lelah pada sisa kisah
Tertawa tanpa akhir yang mengundang tangis
Seperti sedia kecil yang tak memikul beban dalam menjalani hari

Setiap malam aku terus merenung
Belajar menerima kenyataan yang terabaikan

Setiap malam doaku selalu untukmu
Semoga kau bisa menyebrangi lautan untuk pulang tanpa perahu yang kau tinggalkan
Atau kau terbang melintasi awan tanpa awak pesawat yang telah kau hancurkan

Aku rasa cukup sampai disini
Pada lelah hati yang cukup menyakiti

Perihal jodoh, biar itu skenario Allah
Entahlah, Kau yang akan kembali
Atau kau hanya sekedar pelajaran hidup yang begitu berarti.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s