Hujan dan Senja #2

Hujan: Kau suka kopi?

Senja: Suka. Kau juga kan?

Hujan: Iya, tapi aku tidak terlalu suka cokelat. Tidak sepertimu.

Senja: Ada yang salah dari cokelat?

Hujan: Tidak, aku hanya tidak suka. Terlalu manis.

Senja: Dasar aneh, manis itu banyak dicari oleh hampir semua makhluk.

Hujan: Tidak untukku, mungkin terlalu manis bisa membuatku muak. Membuat indera pengecapku bosan, jenuh. Apa mungkin karena terlalu seringnya aku jatuh, sehingga aku lebih terbiasa menyesap pahit?

Senja: Tidak, cokelat pun sebenarnya pahit, gula mengubah rasanya.

Hujan: Tapi sepertinya, aku tetap tidak suka cokelat. Aku bisa makan cokelat, sedikit sekali.

Senja: Tidak ada yang memaksamu menyukai cokelat.

Hujan: Sesekali aku ingin bertemu denganmu berteman cokelat, tapi nanti mubazir jika tidak habis.

Senja: Tak perlu dipaksa, aku akan membantu menghabiskannya. Kalau cokelatmu lama habis, tandanya semakin lama waktu mengijinkan kita untuk dapat bersama. Biarkan saja sampai meleleh. Lagipula, kalau kau taksuka, kita bisa memilih kopi untuk disesap bersama tanpa sisa.

Hujan: Gombal. Tumben kau banyak bicara saat bersamaku?

Senja: Aku rindu gemuruhmu *tersenyum*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s